Menghaluskan wajah memakai aplikasi Photoshop


guru

Menghaluskan wajah memakai aplikasi Photoshop

sebelum & Sesudah

Dah lama nih pengen bagi-bagi tips lagi menggunakan aplikasi Photoshop yang pernah sebelumnya saya publish diawal-awal blog ini saya buat, sebenarnya tutorial ini khusus ditujukan bagi rekan2 yang hobby jepret-jepret dan bercita-cita menjadi foto model, namun wajah tidak fotogenik alias tidak mendukung (he. he. he..).  Kebanyakan trik ini digunakan pada studio foto Profesional namun mereka menggunakan tools-tools atau software plugins khusus untuk memperhalus atau menghilangkan noise hasil jepretan kamera mereka untuk menghasilkan hasil cetak yang bagus dengan lebih cepat. Disini yang saya gunakan hanya sedikit trik menggunakan aplikasi yang sudah umum digunakan yaitu Photoshop, versi Photoshop yang digunakanpun bisa apa saja dari versi Photoshop 7 sampe yang terbaru sekarang Photoshop CS3.

Disini saya ambil sampel objek dari mantan pacar saya yaitu Revalina S Temat yang memang sejak berpisah dengan saya, wajahnya agak sedikit dihiasi oleh jerawat (Ceileee, maaf Reva ya.. i lop yu olwes deh). Hanya membutuhkan 4 langkah saja kita dapat memanipulasi foto yang kita miliki tersebut. Sebelumnya terlebih dahulu buka aplikasi Photoshop Anda, disini saya menggunakan Photoshop CS2 dan setelah itu siapkan foto yang akan di manipulasi  tersebut.

1. Menduplikat Layer Backgorund.

Pada saat membuka file foto pada Photoshop, kita akan memiliki satu buah layer yaitu layer background :

duplikat layer back

Langkah pertama adalah menduplikat layer background tersebut. cara paling mudah dengan menggunakan shortcut pada keyboard, Tekan Ctrl+J (Win) / Command+J (Mac). Dan pada layer palette akan muncul layer 1 diatas layer background. yang merupakan hasil duplikasi dari layer background tersebut :

hasil duplikat layer background

2. Masuk ke Edit Quick Mask

Langkah selanjutnya pastikan Layer 1 hasil duplikat kita tadi aktif/terseleksi, terus masuk ke Edit Quick Mask dengan menekan Q atau pada tools pallete di sebelah kiri dibagian bawah pilih icon bujur sangkar yang ditengahnya ada lingkaran di sebelah kanan :

edit quick mode

Selanjutnya pilih erase tools pada tools pallete atau tekan E di keyboard untuk lebih mudah :

seleksi erase tools

3. Seleksi menggunakan Erase Tools.

Apabila background color & foreground color sudah dalam posisi default, invert dengan menekan tombol X di keyboard  :

invert foregroun color

Setelah itu dengan menggunakan eraser tools lakukan seleksi dengan mengarahkan eraser tools ke bagian-bagian foto yang akan diperhalus seperti contoh dibawah ini :

seleksi di quick mask

catatan : pada saat eraser tools aktif, tekan mouse kiri dan jangan dilepas dibagian foto yang akan diseleksi, drag mouse kekanan kekiri, atas bawah, maju mundur terserah deh. hingga menghasilkan warna agak kemerah-merahan dibagian yang Anda pilih. Apabila telah selesai seleksi, ada bagian yang kelebihan, Anda bisa menghapusnya dengan menginvert kembali background color dengan menekan X pada keyboard dan hapus bagian yang lebih tersebut dengan menggunakan eraser tools tersebut kembali.

Setelah puas mengobok-obok foto tersebut, kita kembali ke editing Standard Mode dengan menekan Q  atau menekan icon yang berada di sebelah edit Quick Mask di tools pallete tadi. Setelah berada di posisi Standard Mode foto yang tadi kita eraser di quick mask mode akan tampak seperti ini :

kembali ke stabdar mode

terdapat seleksi dibagian-bagian yang telah kita tandai pada saat di Edit Quick Mask tadi, lalu pada menu pilih Select, Inverse atau memakai shortcut pada keyboard dengan menekan  Ctrl+Shift I (Win) / Command+Shift I (Mac) untuk membalik pilihan sehingga menjadi seperti dibawah ini :

hasil seleksi standar mode

4.  Tambahkan Gaussian Blur pada layer yang telah diseleksi.

Ini adalah langkah ke 4, yang merupakan langkah terakhir. Yang kita perlukan adalah memberi Filter Gaussian Blur pada layer yang telah terseleksi. Sebelumnya pilih di menu Select, Feather :

select feather

dan akan muncul kotak dialog seperti dibawah ini :

kotak dialog feather

berikan angka 1 s.d 5 di kolom Fetaher Radius di kotak dilaog Feather teresbut. Disini saya memasukan angka 2.

Setelah itu layer yang paling atas (layer1) terpilih di layer pallete. Pilih pada menu yang terletak paling atas di monitor anda. Pilih menu Filter, pilih Blur dan pilih Gaussian Blur pada list menu Blur yang tampil tersebut :

pilih filter gaussian blur

lalu akan muncul kotak dialog gaussian blur :

boks gaussian blur

lalu rubah dengan menggeser slider pada boks gaussian tersebut, cari nilai yang sesuai dengan hasil yang Anda harapkan. Disini saya memilih nilai 7.6 pixels sesuai dengan foto yang saya gunakan. Klik ok apabila Anda telah mendapatkan hasil yang bagus.

DAN HASIL AKHIRNYA ADALAH :

hasil akhir

Disini terlihat tahi lalat Reva menghilang, tetapi tenang untuk memunculkannya kembali kita bisa menggunakan langkah berikut ini :

Uncheck layer 1

Setelah layer 1 dinonaktifkan akan kembali terlihat layer background (yaitu foto awal yang belum diedit) kemudian menggunakan lasso tools dengan menekan L pada keyboard lalu seleksi tahi lalat yang ada pada objek  sampai tampak seperti ini :

seleksi tahi lalat

lalu pilih di menu Select, Feather masukan angka 4 (isi Feather Radius sesuaikan dengan hasil seleksi Anda antara 2 s.d 8)

Kemudian duplikat seleksi tadi dengan menekan Ctrl+J (Win) / Command+J (Mac). Dan pada layer palette akan muncul layer 2 diatas layer background. yang merupakan hasil duplikasi dari layer background tersebut :

duplikat layer2 back

Klik kembali ikon mata pada layer 1 selanjutnya Drag/geser layer 2 kebagian paling atas layer 1, hingga posisi layer seperti gambar dibawah ini :

geser layer 2 ke atas layer 1

Dan hasil akhir foto setelah ditambah tahi lalat, seperti gambar dibawah ini :

hasil akhir tahi lalat

silahkan mencoba

..:: Blog-Nyo MangOeni ::..

 sebelum & Sesudah

Dah lama nih pengen bagi-bagi tips lagi menggunakan aplikasi Photoshop yang pernah sebelumnya saya publish diawal-awal blog ini saya buat, sebenarnya tutorial ini khusus ditujukan bagi rekan2 yang hobby jepret-jepret dan bercita-cita menjadi foto model, namun wajah tidak fotogenik alias tidak mendukung (he. he. he..).  Kebanyakan trik ini digunakan pada studio foto Profesional namun mereka menggunakan tools-tools atau software plugins khusus untuk memperhalus atau menghilangkan noise hasil jepretan kamera mereka untuk menghasilkan hasil cetak yang bagus dengan lebih cepat. Disini yang saya gunakan hanya sedikit trik menggunakan aplikasi yang sudah umum digunakan yaitu , versi Photoshop yang digunakanpun bisa apa saja dari versi Photoshop 7 sampe yang terbaru sekarang Photoshop CS3.

Lihat pos aslinya 721 kata lagi

Iklan
Dipublikasi di Tutorial Fhoto Shop | Meninggalkan komentar

Buku Besar


BURUNG

BUKU BESAR

 BUKU BESAR PEMBANTU

DAN BUKU TABUNGAN

 

Dalam bab – I

Disebutkan buku Buku Besar dan buku pembantu merupakan catatan akuntansi akhir (boof of final entry) dalam sistem akuntansi pokok. Buku besar ini menampung ringkasan data yang sudah diklasifikasikan, yang berasal dari jurnal. Setelah data dari jurnal diringkas dalam buku besar, tidak ada lagi proses pencatatan dalam catatan akuntansi yang dilakukan untuk menghasilkan laporan keuangan.

KARAKTERISTIK BUKU BESAR DAN BUKU PEMBANTU

Buku besar (general ledger) merupakan kumpulan rekening-rekening neraca dan rugi laba yang digunakan untuk menyortir dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal.
Buku pembantu (subsidiary ledgers) adalah suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar.

Contoh: beberapa buku pembantu sbb:
– Buku pembantu piutang
– Buku pembantu persediaan bahan baku dan penolong
– Buku pembantu mesin dan alat
– Buku pembantu utang
– Buku pembantu biaya overhead pabrik
– Buku pembantu biaya administrasi dan umum
– Buku pembantu biaya penjualan Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Buku Besar | Meninggalkan komentar

Pengertian Aktiva


aaaa

Dipublikasi di Persamaan Dasar Akuntansi | Meninggalkan komentar

Pengertian Aset


PENGERTIAN ASET

guru

Aset atau aktiva dipahami sebagai harta total. Namun biasanya untuk keperluan analisis dirinci menjadi beberapa kategori, seperti:

  1. Aset lancar
  2. Investasi jangka panjang
  3. Aset tetap
  4. Aset tidak berwujud
  5. Aset pajak tangguhan
  6. Aset lain

Daftar aset atau aktiva di dalam neraca

disusun menurut tingkat likuiditasnya, mulai dari yang paling likuid hingga yang tidak likuid.

Aktiva pada neraca disajikan pada sisi kanan secara berurutan dari atas ke bawah. Penyusunan neraca dimulai dari yang paling likuid (lancar), yaitu mulai dari aktiva lancar, aktiva tetap dan seterusnya. Komponen aktiva lancar menurut Kasmir sebagai beriktu: “kas, surat-surat berharga, piutang, persediaan, dan sebagainya” (2008:31) Komponen aktiva tetap menurut Kasmir sebagai berikut: “Tanah, bangunan, mesin, kendaraan, peralatan, dan lainnya” (2008:32) Berdasarkan teori diatas aktiva disusun secara berurutan dari mulai yang likuid sampai yang kurang likuid atau yang gampang dengan mudah diuangkan.

Menyunting Aset

== Penggunaan ==

Bagi manajemen, di dalam membaca [[neraca]], nilai aset perlu dicermati karena menjadi dasar pengukuran prestasi keuangan perusahaan. Ukuran ini menjadi pembanding prestasi sesuatu perusahaan dengan prestasi perusahaan yang lain dalam hal yang sama, apakah lebih baik atau tidak, sehingga dapat menjadi dasar keputusan manajemen untuk mempertahankan atau meningkatkannya.

=== Efisiensi penggunaan aset ===

Salah satu ukuran yang menyangkut aset atau aktiva adalah angka [[rasio penjualan/total aset]], yang dinyatakan sebagai persentase. Asumsinya, semakin besar penjualan yang diwujudkan, semakin efisien penggunaan aset seluruhnya. Angka penjualan diambil dari [[laporan laba-rugi]], sedang angka total aset berasal dari [[neraca]]. Dalam hal ini rasio dari tahun terakhir dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

=== Optimalisasi laba ===

Ukuran yang lain menyangkut [[profitabilitas]], yaitu angka [[laba harta]] atau [[laba investasi]], yang berasal dari perbandingan angka laba (dipetik dari [[laporan laba rugi]]) dan total harta atau total aset, yang nilainya sama dengan istilah total investasi (dipetik dari [[neraca]]).

Asumsinya, ”manajemen adalah penanggungjawab atas pemeliharaan dan pemanfaatan seluruh harta yang digunakan perusahaan, maka manajemen bertanggungjawab atas upaya optimalisasi laba yang dihasilkan dari seluruh harta itu”.

Dipublikasi di Persamaan Dasar Akuntansi | Meninggalkan komentar